Pada umumnya setiap orang menganggap bahwa permainan / kegiatan dengan
tujuan penyegaran yang lakukan diluar ruangan itu disebut outbound,
sebenarnya itu beda antara Outbound dan outing. lebih jelasnya kita
bahas satu persatu dahulu.
Outbound
Pengertian
outbound sebenarnya adalah setiap permainan / kegiatan
yang dapat memberi perubahan karakter menjadi lebih baik / positif.
misalnya untuk meningkatkan kualitas kerja karyawan, pabrik atau
instansi melaksanakan
outbound untuk karyawanya dengan tujuan
untuk meningkatkan daya kreatifitas, jiwa kepemimpinan, kerjasama tim,
ketelitian, kedisiplinan dan lain - lain. Sekarang banyak penyedia
layanan / operator outbound.
Pada pelaksanaan
outbound games harus ada nilai utama ( main set )
yang harus dicapai misalnya karyawan pabrik tidak tetip waktu , maka
goalnya outbound ini pada Kedisiplinan dan nilai yang lainya sebagai
nilai pendukung dan harus relevan ( saling berkaitan ).
Outing
Pengertian
outing hampir sama dengan outbound games, namun pada
intinya adalah untuk penyegaran ayau refreshing, tanpa ada maksud untuk
merubah karakter. 100% rekreasi.
Pelaksanaan
Pelaksanaan
outbound game dan
outing itu sama apaun jenis
permainanya bagaimanapun cara melakukanya, hanya yang membedakan adalah
pada setting utama ( main set ) - nya.
Lokasi outbound biasanya disetting semaksimal mungkin sesuai dengan tujuan kegiatan.
Jenis permainan
Permainan dalam
Outbound game atau
outing di bagi dalam beberapa jenis, antara lain:
1.
Game strategy
2.
Game brain
3.
Fun game
4.
Ice breaking
Tujuan utama kegiatan pelatihan
outbound adalah melatih para peserta untuk mampu menyesuaikan diri (adaptasi) dengan perubahan yang ada dengan membentuk sikap
professionalisme
para peserta yang didasarkan pada perubahan dan perkembangan traits (
sifat mendasar ) dari individu yang meliputi aspek trus, belief, dan
komitmen serta kinerja yang diharapkan akan semakin lebih baik. Nilai
plus jika
management outbound memiliki profesionalitas tinggi.
Sikap dan perilaku professionalisme seperti ini meliputi :
1. Terbentuknya suatu
komitmen (
commitment ) yang utuh dari setiap peserta outbound training melalui 4C, yaitu peningkatan
kompetensi (
competency ), pembentukan
konsepsi (
conception ) pemikiran yang komprehensif, terjadinya
hubungan (
connection
) yang semakin erat diantara para pimpinan organisasi dan kususnya
relasi kerja antara bawahan dan atasan, serta munculnya keyakinan akan
kepercayaan diri (
confidence ) akan kemampuan masing - masing peserta yang pada akhirnya akan pula berpengaruh dalam membangun
rasa memiliki (
the owners
) dan bukan sekedar menjadi karyawan. Perubahan ini akan terlihat dari
bertumbuh kembangnya rasa tanggung - jawab dalam melakukan tugas di unit
kerjanya masing - masing.
2. Pola perilaku yang berkarakter dalam melakukan tugas - tugas
kehidupan, berdisiplin, bertanggung jawab, berorientasi ke masa depan,
mengutamakan tugas pengabdian, memiliki sikap, etika dan
etos kerja yang tinggi.
3. Meningkatkan semangat kerja dalam menjalankan tugas dan tanggung
jawab masing - masing, serta meningkatkan keberanian peserta dalam
mengambil setiap resiko (
risk taking ) dari setiap tantangan yang dihadapi.
4.
Team building ( misalnya dalam
outbound training ) yang
solid yang didasarkan pada saling pengertian, kerja sama, koordinasi,
menghargai perbedaan, sikap mengutamakan tugas daripada kepentingan
pribadi. Dan meyakini bahwa keberhasilan merupakan buah dari kerjasama
dan kebersamaan.
5. Peningkatan kematangan
Emotional Question (
EQ ) melalui program Olah Rasa yang menjadi porsi perhatian outbound bahkan perhatiannya kepada pengembangan
Spiritual Quotion (
SQ
) akan sangat membantu peserta dalam meningkatkan kemampuan menghadapi
berbagai tantangan dan hambatan dalam setiap penyelesaian tugas - tugas
yang dihadapi.